Blog ini dibuat untuk Anda yang ingin mempelajari bahasa pemrograman dengan mudah dan cepat

SCIENCE OF PROGRAMMING

www.humanprogramming.blogspot.co.id
Expretion your skill on programming
About Me

Rabu, 30 Desember 2015


Switch Case


#include

#include

#include

main()

{

char kode,lagi;

atas:

clrscr();

cout<<“INPUT KODE BARANG [A..C]: ";

kode = getche();

cout<<'\n';

switch (kode)

{

case 'A':

case 'a':

cout<<"Alat Olah Raga";

break;

case 'B':

case 'b':

cout<<"Alat Elektronik";

break;

case 'C':

case 'c':

cout<<"Alat Masak";

break;

default:

cout<<"Anda Salah

Memasukan Kode";

}

cout<<'\n';

cout<<"\nIngin Pilih Lagi [Y/T]: ";

lagi = getche();

if(lagi == 'Y' | | lagi =='y')

goto atas;

getch();

}

Senin, 28 Desember 2015

JENIS PERULANGAN DALAM C++



For

/* --------------------------- */

/* Program for - bilangan naik */

/* --------------------------- */

#include

#include

#include

main( )

{

int a;

clrscr( );

for(a = 1; a <= 10; ++a)

cout>>a;

getch( );

}



Nested for

#include

#include

#include

main( )

{

int a, b;

clrscr( );

for(a = 1; a <= 5; a++)

{

printf("\n");

for(b = a; b <= 5; b++)

printf(" %d ",a);

}

getch();

}



Goto

#include

#include

#include

main( )

{

int a, b;

char lagi;

atas:

clrscr( );

cout>>"Masukkan Bilangan = ";

cin<

b = a % 2;

printf("Nilai %d %% 2 adalah = %d",a, b);

printf("\n\nIngin Hitung Lagi [Y/T] : ");

lagi = getche() ;

if (lagi == 'Y' || lagi == 'y')

goto atas;

getch( );

}



While


#include

#include

#include

main( )

{

int bil=1;

clrscr( );

while(bil<=10)

{

printf(" %d ",bil);

++bil;

}

getch( );

}



Do While

#include

#include

#include

main( )

{

int bil=2;

clrscr( );

do

{

printf(" %d ",bil);

bil+=2;

}

while(bil<=10);

getch( );

}


Pernyataan IF


if (kondisi)
{
Pernyataan;
……
}

Contoh1:
#include
#include
#include
main()
{
double tot_beli, potongan=0, jum_bayar=0;
clrscr();
cout<>tot_beli;
if (tot_beli >= 50000)
potongan = 0.2 * tot_beli;
cout<<"Besarnya Potongan Rp. "< jum_bayar = tot_beli – potongan;
cout<<"Jumlah yang harus dibayarkan Rp. "< getch();
}


Pernyataan If Else

if (kondisi-1)
{
perintah-1;
….
}
else
{
perintah-2;
….
}

Contoh2:
#include
#include
#include
main()
{
double tot_beli, potongan=0, jum_bayar=0;
clrscr();
cout<>tot_beli;
if (tot_beli >= 50000)
potongan = 0.2 * tot_beli;
else
potongan = 0.05 * tot_beli;
cout<<"Besarnya Potongan Rp. "< jum_bayar = tot_beli – potongan;
cout<<"Jumlah yang harus dibayarkan Rp. "< getch();
}


Pernyataan Nested If

if(syarat)
if(syarat)
… perintah;
else
… perintah;
else
if(syarat)
… perintah;
else
… perintah;

Contoh3:
#include
#include
#include
main()
{
char kd;
char ukr,merk[20];
long int hrg,byr,ppn,ttl,u_byr,u_kembali,byk;
clrscr();
cout<<"***Toko Kelontong Keroncongan***"< cout<<"============================================="< cout<<"A. Susu Dancow "< cout<<" 1. Ukuran Kecil "< cout<<" 2. Ukuran Sedang "< cout<<" 3. Ukuran Besar "< cout<<"B. Susu Bendera "< cout<<" 1. Ukuran Kecil "< cout<<" 2. Ukuran Sedang "< cout<<" 3. Ukuran Besar "< cout<<"C. Susu SGM "< cout<<" 1. Ukuran Kecil "< cout<<" 2. Ukuran Sedang "< cout<<" 3. Ukuran Besar "< cout<>kd;
cout<>ukr;
cout<>byk;
if(kd==’A’||kd==’a’)
{strcpy(merk,”Dancow”);
if(ukr==’1′)hrg=15000;
else if(ukr==’2′)hrg=26000;
else hrg=45000;}
else if(kd==’B’||kd==’b’)
{strcpy(merk,”Bendera”);
if(ukr==’1′)hrg=12000;
else if(ukr==’2′)hrg=22000;
else hrg=40000;}
else
{strcpy(merk,”SGM”);
if (ukr==’1′)hrg=20000;
else if(ukr==’2′)hrg=38000;
else hrg=70000;}
cout<<"Merk Susu :"< cout<<"Harga :"< byr=hrg*byk;
cout<<"Pembayaran :"< ppn=0.1*byr;
ttl=byr+ppn;
cout<<"PPN :"< cout<<"Total Bayar :"< cout<>u_byr;
u_kembali=u_byr-ttl;
cout<<"Uang Kembali :"< cout<<"Terima Kasih Anda Telah Ke Counter Kami"< getch();
}


Pernyataan If – Else Majemuk

if (syarat)
{
… perintah;
… perintah;
}
else if (syarat)
{
… perintah;
… perintah;
}
else
{
… perintah;
… perintah;
}

Contoh4:
#include
#include
#include
main()
{
char nm_pes[20],nm[20],kode,tujuan[30];
int jml;
long int harga,ttl;
clrscr();
cout<<"PT TRAVELLING INDONESIA"< cout<>nm;
cout<>kode;
cout<>jml;
if(kode==’1′)
{strcpy(tujuan,”Jakarta – Medan”);
strcpy(nm_pes,”Garuda Airlines”);
harga=400000;}
else if(kode==’2′)
{strcpy(tujuan,”Jakarta – Lampung”);
strcpy(nm_pes,”Asia Airlines”);
harga=200000;}
else
{strcpy(tujuan,”Jakarta – Palembang”);
strcpy(nm_pes,”Sriwijaya Airlines”);
harga=300000;}
ttl=jml*harga;
cout<<"Penumpang Yang Bernama :"< cout<<"Nama Pesawat :"< cout<<"Tujuan :"< cout<<"Harga Tiket :"< cout<<"Total Bayar :"< – Jika Nilai Rata-Rata >= 70, maka mendapat hadiah Uang sebesar Rp. 500,000
– Jika Nilai Rata-Rata < 70, maka mendapat hadiah Hiburan
• Tampilan yang diinginkan sebagai berikut :
Layar Masukkan
PROGRAM HITUNG NILAI RATA-RATA
Nama Siswa : …
Nilai Pertandingan I : …
Nilai Pertandingan II : …
Nilai Pertandingan III : …
Layar Keluaran
Siswa yang bernama …
Memperoleh nilai rata-rata
dari hasil perlombaan yang diikutinya.
Hadiah yang didapat adalah ..


Pengenalan C++


Pemrograman merupakan upaya untuk membuat kode-kode yang dapat dikenal oleh komputer. Kode-kode inilah yang nantinya dikenal sebagai bahasa pemrograman. Jenis bahasa pemrograman salah satunya adalah bahasa C++. Bahasa pemrograman C++ bisa disebut sebagai bahasa pemrograman tingkat menengah ( middle level programming language) yang berarti juga termasuk dalam bahasa tingkat tinggi (high level programming language). 

Sebelum memasuki bahasan koding, terlebih dahulu kita harus mengetahui langkah-langkah dalam membuat program, yaitu:

 a. Membuat Algoritma, flowchart dan pseudocode.
b. Menuliskan program dengan menggunakan bahasa pemrograman.
c. Menguji kebenaran program.
d. Perbaikan program jika ada kesalahan.
e. Menjalankan program.

Setelah kita mengetahui langkah-langkah dalam membuat program, maka kitapun harus mengerti struktur penulisan bahasa pemrograman tersebut. disini saya akan memberikan penjelasan sederhana tentang struktur penulisan bahasa C++.



Contoh :




Keterangan :

  1. # include sebagai proses compiler dari c++ menjalankan program yang dinamakan preprosesor yang memiliki kemampuan menambahkan dan menghapus kode dari file sumber. Include berarti menyertakan kode dari file header yang ada didalam kurung, file header adalah file yang berisi deklarasi untuk berbagai fungsi yang dibutuhkan oleh program.
  2. main()
    Untuk mendeklarasi fungsi utama, bahwa suatu program c++ dapat berisi banyak fungsi, tetapi harus selalu memiliki sebuah fungsi utama ( main function). Fungsi adalah modul yang berisi kode-kode untuk menyelesaikan masalah-masalah tertentu.
  3. {
    Menandakan awal program.
  4. Instruksi
    Berisi perintah-perintah yang akan dilakukan program.
  5. }
    Menandakan akhir program.



Minggu, 27 Desember 2015

Operator Aritmatik
Operator Keterangan
+ pertambahan
* perkalian
% Sisa pembagian
– Pengurangan
/ Pembagian
Contoh1:
#include
#include
#include
main()
{
int a, b, c = 0, d = 0;
clrscr();
cout<>a;
cout<>b;
c = a % b;
d = a * b;
cout<<" Hasil dari C = A % B = "< cout<<" Hasil dari D = A * B = "< getch();
}

Operator Penambahan dan Pengurangan
A = A + 1 atau A = A – 1;
disederhanakan menjadi :
A += 1 atau A -= 1;
masih dapat disederhanakan menjadi A ++ atau A–
Notasi “ ++ “ atau “ — “ dapat diletakan didepan atau di belakang variabel.
Contoh A ++ atau ++A / A– atau –A
Kedua bentuk penulisan notasi ini mempunyai arti yang berbeda
• Jika diletakan didepan variabel, maka proses penambahan atau pengurangan akan dilakukan sesaat sebelum atau langsung pada saat menjumpai ekspresi ini, sehingga nilai variabel tadi akan langsung berubah begitu ekspresi ini ditemukan, sedangkan
• Jika diletakan dibelakang variabel, maka proses penambahan atau pengurangan akan dilakukan setelah ekspresi ini dijumpai atau nilai variabel akan tetap pada saat ekspresi ini ditemukan.
Contoh2:
/* Penggunaan Notasi Didepan Variabel*/
#include
#include
main()
{
int a = 10, b = 5;
clrscr();
printf(“Nilai A = %d”, a);
printf(“\nNilai ++A = %d”, ++a);
printf(“\nNilai A = %d”, a);
printf(“\nNilai B = %d”, b);
printf(“\nNilai –B = %d”, –b);
printf(“\nNilai B = %d”, b);
getch();
}
Contoh3:
/* Penggunaan Notasi Dibelakang Variabel*/
#include
#include
main()
{
int a = 10, b = 5;
clrscr();
printf(“Nilai A = %d”, a);
printf(“\nNilai A++ = %d”, a++);
printf(“\nNilai A = %d”, a);
printf(“\nNilai B = %d”, b);
printf(“\nNilai B– = %d”, b–);
printf(“\nNilai B = %d”, b);
getch();
}
Operator Relasi
Operator Keterangan
== Sama dengan (bukan pemberi nilai
!= Tidak sama dengan
> Lebih dari
= Lebih dari sama dengan
<= Kurang dari sama dengan
Contoh4:
#include
#include
#include
main()
{
float a, b, c, d, e, f, x, y;
clrscr();
cout<>x;
cout<>y;
a = x == y;
b = x != y;
c = x > y;
d = x = y;
f = x <= y;
cout< cout<<"Hasil dari "< cout<<"Hasil dari "< cout<<"Hasil dari "< cout<<"Hasil dari "< cout<<"Hasil dari "< cout<<"Hasil dari "< getch();
}

Operator Logika
Operator Relasi digunakan untuk menghubungkan dua buah operasi relasi menjadi sebuah ungkapan kondisi. Hasil dari operator logika ini menghasilkan nilai numerik 1 (True) atau 0 (False).
Operator Keterangan
&& Operator Logika AND
|| Operator Logika OR
! Operator Logika NOT
Operator And
digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih ekspresi relasi, akan dianggap BENAR, bila semua ekspresi relasi yang dihubungkan bernilai BENAR.
Contoh :
Ekspresi Relasi-1 à A + 4 A + 5
Ekspresi Relasi-3 à C – 3 >= 4
Contoh5:
/* Penggunaan Operasi Logika AND */
#include
#include
#include
main()
{
float a, b, c, d, e, f, g, h;
clrscr();
cout<>a;
cout<>b;
cout<>c;
// Proses
d = a + 4 a + 5;
f = c – 3 >= 4;
g = d && e && f;
cout< cout<<"Program Ekspresi AND"< cout<<"Hasil dari d = a + 4 < 10 adalah " < cout< a + 5 adalah ” < cout<= 4 adalah ” < cout< cout<<"Hasil dari g = d && e && f adalah " < cout< getch();
}

Operator OR
digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih ekspresi relasi, akan dianggap BENAR, bila salah satu ekspresi relasi yang dihubungkan bernilai BENAR.
Contoh :
Ekspresi Relasi-1 à A + 4 A + 5
Ekspresi Relasi-3 à C – 3 > 4
Contoh6:
/* Penggunaan Operasi Logika OR */
#include
#include
#include
main()
{
float a, b, c, d, e, f, g, h;
clrscr();
cout<>a;
cout<>b;
cout<>c;
d = a + 5 > 10;
e = b > 5 + a ;
f = c – 4 <= 7;
g = d || e || f;
cout< cout<<"Program Ekspresi OR"< cout< 10 adalah ” < cout< 5 + a adalah ” < cout<<"Hasil dari f = c – 4 <= 7 adalah " < cout< cout<<"Hasil dari g = d || e || f adalah " < cout< getch();
}

Operator NOT
Operator logika NOT akan memberikan nilai kebalikkan dari ekspresi yang disebutkan. Jika nilai yang disebutkan bernilai BENAR maka akan menghasilkan nilai SALAH, begitu pula sebaliknya.
Contoh:
Ekspresi Relasi à A + 4 < 10
Contoh7:
/* Penggunaan Operasi Logika NOT */
#include
#include
#include
main()
{
int a, b, c;
clrscr();
cout<>a;
/* Proses */
b = (a + 4 < 10);
c = !(b);
cout< cout<<"Nilai A = "< cout<<"Nilai b = (a + 4 < 10) = "< cout<<"Nilai c = !(b) = "< getch();
}
Operasi Penyeleksian Kondisi

Pernyataan Percabangan digunakan untuk memecahkan persoalan untuk mengambil suatu keputusan diantara sekian pernyataan yang ada.